Posted by: bangkumis | September 16, 2008

Demi Zakat Bertaruh Nyawa

Tragis memang, di saat umat muslim yang berkecukupan bergembira mengeluarkan kewajibannya untuk membayar zakat, orang-orang yang layak menerimanya justru membayar nyawa. Seperti yang terjadi pada pembagian zakat di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, tanggal 15 September 2008.Pembagian zakat yang di motori oleh H. Syaikhon, yang juga seorang pengusaha sarang burung walet, dilakukan di depan mushola miliknya dibantu isteri dan dua anaknya bernama Fivin dan Farouk serta 13 santri. Sayangnya pembagian zakat itu tidak tertata rapi, sehingga ribuan orang yang berebut zakat senilai Rp 10 ribu-Rp 40 ribu saling berdesakan dan terjatuh. Mereka terinjak-injak dan 21 wanita tewas. Belasan orang lainnya dilarikan ke rumah sakit karena terluka. Innalillahi wainnailaihi rojiun…



Responses

  1. Sungguh ironis sekali ya, ingin menerima zakat malah kena musibah…
    pasti salah satu dari orang yang terinjak-injak itu bang kumis jelek ya…
    karena dia biasa teraniaya…he…he….

  2. Wah, tumben Bang Kuomis nga gila nge post berita

  3. Itulah wajah dari keangkuhan si kaya kan udah ad lembaga yang ngatur …

  4. Potret kemiskinan bangsa, masa untuk uang cuma 30rb aja ampe tewas…………

  5. Makanya…..bang Kumis harus hati-hati juga klo ngantri Ta’jil (PPT)
    ntar terinjak-injak juga kayak di pasuruan itu baru tau rasa, ntar ndak ada bang kumis lagi dong…!


Leave a response

Your response:

Categories